ASAL-USUL NAMA API-API ?
#desa
#desa
Suatu tempat akan memiliki sejarah tersendiri, begitu pula dengan desa Api-api. Di Indonesia ditemukan beberapa nama yang mirip dengan Api-api, antara lain; Bagan Siapi-api di Bengkalis, Riau dan Tanjung Api-api di Banyuasin, Sumatera Selatan. Bagan Siapi-api merupakan wilayah Rokan Hilir yang mengalami pemekaran menjadi kabupaten tersendiri di Propinsi Riau.
Bagan Siapi-api seperti ditulis dalam blog rizmawaddah.blogspot.co.id terkait dengan kedatangan etnis Tionghoa yang berasal dari Daerah Songkla di Thailand di Bagan Siapi-api. Dalam pelariannya menggunakan 3 kapal tongkang dengan membawa Patung Dewa Tai Sun Ong Ya dan Dewa Kei Ong Ya, yang dianggap membawa keselamatan saat mereka melipat si api-api (kunang-kunang) yang bertebaran di hutan bakau saat malam hari.
Adanya cahaya si api-api itu menunjukkan adanya daratan, hingga mereka melabuhkan perahu di daratan yang sekarang disebut Bagan Siapi-api. Dalam versi lain, Bagan berarti alat penangkap ikan (yakni Bagan, Bagang atau Jermal), dan si Api-api erat kaitannya dengan pohon api yang banyak tumbuh di daerah pantai. Bagan Siapi-api dapat dikaitkan dengan mata pencaharian masyarakat saat itu disana dengan menangkap ikan menggunakan Bagan/Bagang/Jermal di hutan bakau.
Tanjung Api-api merupakan nama pelabuhan internasional yang berada di Banyuasin, 80 Km dari Kota Palembang Sumatera Selatan. Geoekonomi wilayah Tanjung Api-api berada di sekitar wilayah penghasil karet terbesar dan kelapa sawit utama nasional, berdekatan dengan sumber daya alam gas bumi dan batu bara serta memiliki akses utama Sumatera Bagian selatan ke Alur Laut Kepulauan Indonesia 1. (http://kek.ekon.go.id/kek-di-indonesia/tanjung-api-api/)
Di website wikipedia (http://id.m.wikipedia.org) disebutkan ada beberapa nama lain Api-api di berbagai wilayah di Indonesia diantaranya adalah mangi-mangi, sia-sia, boak, koak, marahu, pejapi, papi, nyapi dan lain-lain. Nama latin pohon Api-api (Avicennia), seperti ada hubungannya dengan nama ilmuan kedokteran islam abad, Ibnu Sina yang dikenal di dunia barat dengan nama Avicenna. Pohon Api-api sendiri memiliki manfaat untuk bahan makanan dan obat-obatan.
Desa Api-api, merupakan salah satu desa di Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan yang sebelah utaranya berbatasan dengan Laut Jawa. Pada area pantai dan pertambakan banyak tumbuh pohon bakau, yang kemungkinan erat kaitannya dengan nama desa Api-api yaitu Pohon Api atau dalam bahasa latinya avicennia. Bila kita amati tanaman bakau yang tumbuh sekarang bukan jenis avicennia melainkan jenis Rhizopora mangle atau red mangrove. (lihat www.mangrove.at).
Ketiga wilayah tersebut – Bagan Siapi-api, Tanjung Api-api dan Api-api – mempunyai persamaan; ketiganya berada di wilayah pesisir pantai dan kemungkinan erat kaitannya dengan pohon bakau jenis avicennia. Yang banyak tumbuh di pesisir pantai dan area pertambakan atau rawa-rawa di sekitar pantai tersebut.
Ketiga wilayah tersebut – Bagan Siapi-api, Tanjung Api-api dan Api-api – mempunyai persamaan; ketiganya berada di wilayah pesisir pantai dan kemungkinan erat kaitannya dengan pohon bakau jenis avicennia. Yang banyak tumbuh di pesisir pantai dan area pertambakan atau rawa-rawa di sekitar pantai tersebut.
Lain lagi halnya dengan Wakiman alias gampang, menamai desa Api-api dengan Desa Syahadat Loro (dua syahadat), selain karena nama tersebut diulang dua kali juga masyarakatnya cukup religius yang dapat disebut sebagai masyarakat Kaum (Qawm) atau religius. Penamaan itu bisa saja dengan ilmu gathuk-mathuk; penyesuaian kata-kata dengan kondisi yang sebenarnya.
Jenis pohon tersebut sekarang tidak banyak ditemukan di area pertambakan dan pantai desa Api-api. Dan sosok yang memberikan nama tersebut belum ditemukan hingga saat ini. Bila bakau jenis avicennia dianggap sebagai latar belakang penamaan desa, untuk mengenang dan menjelaskan pada generasi mendatang tentang nama desa Api-api maka jenis tanaman bakau ini baiknya juga ditanam di area pertambakan atau pantai desa Api-api (ab).
copy paste dari https://www.facebook.com/doel.basid?fref=ts
Tidak ada komentar:
Posting Komentar